Jalan-jalan ke jogjakarta


Hallo… pada tulisan kali ini saya akan berbagi pengalaman saya dalam melupakan kegiatan kuliah saya yang cukup membosankan yaitu jalan-jalan ke Jogjakarta. Pada liburan semester genap kemarin tepatnya pada saat liburan panjang saya bersama 2 orang teman SMA saya berniat pergi ke jogja.

Dengan bermodalkan pengetahuan dadakan hasil browsing dari internet dan duit tabungan saya yang tidak terlalu banyak kami akhirnya memutuskan untuk berangkat seminggu sebelum bulan puasa. Karena budget kami yang cukup minim kami memutuskan naik kereta ekonomi malam jurusan Senen-Lempuyangan, beruntungnya kami sudah memesan tiket beberapa hari sebelum keberangkatan karena bila memesan tiket pada saat itu sudah di pastikan kami tidak akan dapat karena ramainya loket saat itu.

Dari sini dimulailah perjalanan kami sang “manusia aneh”… haha Di dalam kereta, tepatnya di 3 gerbong terkahir. Kami harus berbagi tempat dengan3 orang yang saat itu kami sebut “manusia 3 generasi”.. haahaa.. Mereka yaitu seorang nenek, ibu, dan anaknya. Dalam perjalanan ada saja kejadian yang aneh-aneh mulai dari penumpang yang bertengkar dengan petugas karena kedapatan mengambil tempat duduk orang lain sampai tukang jualan yang saling bertengkar karena berebut pembeli (waduh dasar orang Indonesia), tapi buat kami seaneh atau se apalah itu tetap menyenangkan buat kami.

Oke lanjut ke cerita selanjutnya. Setibanya kami di jogja pagi harinya kami mulai mencari tempat penginapan yang terdekat, beruntung teman saya memiliki 2 orang teman yang sedang berlibur ke jogja juga. Dia telah lebih dahulu sampai dijogja berdua (kayak maho liburan berduaan aje). Dan kami pun numpang singgah ketempat mereka, lumayan lah dapat tempat tidur gratis sehari. Setelah cukup istirahat malamnya kami melanjutkan untuk menikmati keindahan sepanjang jalan malioboro di kota jogja. Indahnya alunan alat musik tradisional pengamen jalanan, lalu lalang becak dan delman, dinginnya udara jogja dan segelas kopi joss membuat suasana malam jalan malioboro sangat nyaman buat kami (aduhai enaknyo, apalagi ketika malam hari di sarkem…ajibb dah). Setelah puas kami pun kembali ketempat penginapan, tapi sebelum itu kami mengisi perut terlebih dahulu di sebuah angkringan (klo di Jakarta disebutnya nasi kucing). Bila anda seorang turis lokal yang ingin hidup hemat, angkringan bisa menjadi solusi pengisi perut yang murah. Esoknya kami mulai mengunjungi tempat-tempat pariwisata seperti benteng vredeburg, candi prambanan, pantai parangtritis, taman pintar jogja dan masih banyak lagi.

image

image

Setelah puas jalan-jalan selama 3 hari penuh tibalah pada hari “beli oleh-oleh” buat orang dirumah. Sepanjang jalan malioboro dan sekitar pasar beringharjo menjadi tempat pilihan kami berbelanja. Aroma bakpia yang menggiurkan membuat perut kami lapar, menjajaki setiap pedagang yang memberikan tester makanan gratis demi mengisi perut (maklum, tiap hari kami makan di angkringan karena duit terbatas). Ketika sudah puas kami pun kembali ke tempat penginapan untuk mempersiapkan keberangkatan untuk pulang ke Jakarta karena salah satu teman kami harus UAS pada esok harinya dan disinilah akhir dari perjalanan kami.

Sekedar saran untuk anda yang mungkin pusing untuk mencari tempat yang tepat untuk mengisi hari libur, yaitu kota jogja bisa menjadi pilihan untuk mengesampingkan rutinitas hidup yang menjenuhkan. Banyaknya biaya yang dikeluarkan itu tergantung anda sendiri, yang penting kita hepi. Sekian…

About threevia
cuma orang biasa yang ingin menjadi luar biasa...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: