Resensi Film Into The Wild


Judul: Into The Wild

Genre: Adventure, Biography, Drama

Release: 2007
Produksi: Paramount Vantage
Sutradara: Sean Penn
Pemain:

Penulis: Sean Penn
Sinematografer: Eric Gautier
Musik: Eddie Vedder
Durasi: 145 menit

Sinopsis

Film ini diangkat dari novel Into the Wild karangan Jon Krakauer rilis tahun 1996 dan merupakan salah satu novel best seller. Disutradarai oleh Sean Penn yang merupakan actor sekaligus sutradara berkelas.

Into the Wild menceritakan sebuah pengalaman luar biasa dari almarhum Supertramp asli. Christopher McCandless a.k.a Supertramp (Emile Hirsh), seorang mahasiswa cerdas, baru saja lulus dari Emory University. Mungkin saja dia bisa melanjutkan ke Harvard dengan didukung tabungan yang dimilikinya. Namun, keadaan dan perilaku keluarganya yang menjengkelkan baginya membuatnya ingin mengasingkan diri, mencoba berbaur dengan alam dan mengalami sendiri bagaimana ia masuk ke dalam liarnya dunia. Dia sudah muak dengan tingkah kelompok-kelompok manusia. Berkelana ke utara sampai ke Alaska adalah tujuan untuk melampiaskan nafsunya. Tanpa uang, tanpa peta, tanpa jam tangan. Petualangan yang dialaminya bukan petualangan sembarangan. Terlalu banyak rintangan dan terlalu sedikit peralatan bagi seorang bocah yang dimanja orang tuanya selama ini. Selama perjalanan sebelum hidup sendiri di kedinginan, McCandless atau yang mempunyai nama petualang Alexander Supertramp, bertemu berbagai manusia beserta sifat-sifatnya. Petani kotor Wayne (Vince Vaughn), pasangan Rainey (Brian Dieker) dan Jan (Catharine Keener) yang walaupun hidup berkelana dengan sebuah van dan sedikit uang, tetapi dapat hidup cukup bahagia diantara cinta, pasangan aneh di tepi sungai dengan seorang wanita yang selalu bertelanjang dada, seorang Joni Mitchell muda, Tracy T (Kristen Stewart), dan seorang kakek veteran Ron Franz (Hal Holbrook).

Akankah dia sampai ke tempat tujuan? Tentu saja. Film dibuka dengan adegan penuh salju di Alaska. Sebuah bab yang dinamakan bus ajaib. Penn menuturkannya sebagai sebuah buku, bab demi bab dilalui sampai dia tiba di Alaska. Dengan adegan flashback sebagai gambaran perjalanan yang dilaluinya. Banyak kejutan yang menantinya. Namun kejutan tidak mesti hal yang baik. Dia sempat mengalami beberapa mimpi buruk termasuk terkena bencana selama perjalanan.

Kelebihan & kekurangan

Ini film yang menurut saya sangat inspiratif. Banyak sekali pelajaran yang bisa kita petik dari tindakan melencengnya sebagai seorang lulusan universitas bergengsi yang sebenarnya dia bisa saja bekerja setelah wisuda, tetapi ini adalah pilihan hidupnya dan dia memilih untuk belajar menyatu bersama alam.  Alur cerita dibuat semirip mungkin dan peran yang dilakoni emile Hirsh sangat mengesankan dan cukup emosional. Mungkin ini tontonan yang sangat menyentuh. Tidak terjebak untuk menjadi film cengeng, tetapi melalui perjalanannya itulah yang menyentuh setiap hati penonton.

kekurangan dari film ini adalah durasi film ini kurang untuk memaparkan setiap kejadian yang dialam sang Supertramp

About threevia
cuma orang biasa yang ingin menjadi luar biasa...

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: